- Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Bahasa itu lebih tajam dari sebilah pedang". Apa maksud pepatah tersebut? Jelaskan.
- Buatlah karangan singkat mengenai penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat / keluarga anda!
- Sebutkan kelemahan dan kelebihan bila kita mempelajari bahasa Indonesia!
Jumat, 13 November 2015
Tugas 1 Bahasa Indonesia
Selasa, 23 Juni 2015
Analisis Studi Kasus (Teamwork Perawat RSUD X)
Tugas
Analisa Studi Kasus
Teori Organisasi Umum 2
Judul :
“TeamWork Perawat Rumah Sakit Umum Daerah X”
Kelompok :
AKBAR MAULANA 10113547
ARIF M. 11113326
FIRMAN PUTRA 13113516
MINGGAR ADITYA 15113496
SULAIMAN 18113682
YONATHAN 19113496
ZAKHARIA TITUS 19113658
Universitas Gunadarma
2014/2015
“TEAMWORK PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH X”
Rumusan Masalah :
RSUD X merupakan salah satu rumah sakit umum yang berada di daerah X. Dengan Visi menjadi Rumah Sakit Umum yang diminati oleh masyarakat. RSUD X selalu berusaha untuk berbenah diri agar dapat bertahan di tengah persaingan pertumbuhan rumah sakit di daerah tersebut. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa RSUD X belum menunjukan hasil yang maksimal. Munculnya keluhan masyarakat mengenai pelayanan yang di berikan RSUD X dan jumlah pasien yang belum menunjukkan peningkatan adalah bukti yang mengindikasikan bahwa pihak RSUD X belum mampu mewujudkan visi tersebut.
Berdasarkan wawancara awal diperoleh informasi mengenai ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayan yang diberikan oleh RSUD X, khususnya pada bagian keperawatan. Melalui survey kepada beberapa perawat di RSUD X diperoleh data yang menunjukkan bahwa perawat kurang merasakan adanya kerjasama dan komunikasi yang baik, kurang memiliki rasa saling percaya dan saling mendukung, kurang mengetahui visi dan misi organisasi dan merasakan teamwork yang kurang efektif di RSUDX.
Sikap tidak peduli dan saling menyalahkan antar perawat, kurang adanya keinginan dan kesadaran untuk menyelesaikan konflik, kurang adanya kesadaran para perawat akan pentingnya kerjasama dan komunikasi sehingga sering menimbulkan konflik serta hubungan antar perawat yang dirasakan kurang harmonis yang menghambat terjalinnya kerjasama merupakan indikator masalah yang sebenarnya dihadapi oleh pihak RSUD X.
Minggu, 03 Mei 2015
BUDAYA, KREATIVITAS, DAN INOVASI
BUDAYA KREATIVITAS DAN INOVASI
NAMA : Zakharia Titus
NPM : 19113658
KELAS : 2KA35
Pengertian
dan Fungsi Budaya Organisasi
Budaya
organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan
norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku
bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan
integrasi internal. Dengan demikian, budaya organisasi dapat memberikan
nilai-nilai dan norma bagi karyawan dalam prinsip opersional organisasi.
Lima fungsi
budaya organisasi yaitu:
1.
Membedakan satu organisasi dengan organisasi yang lain.
2.
Meningkatkan sense of identity anggota
3.
Meningkatkan komitmen bersama.
4.
Menciptakan stabilitas sistem social.
5. Mekanisme
pengendalian yang terpadu dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Perubahan Dan Perkembangan Organisasi
PERUBAHAN DAN
PERKEMBANGAN ORGANISASI
NAMA : Zakharia Titus
NPM : 19113658
KELAS : 2KA35
A. Faktor-faktor
Perubahan Organisasi
Secara garis besar faktor penyebab
terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1.
Faktor ekstern,
2.
Faktor intern.
Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan
yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat
responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu,
jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan
yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena
lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang
termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan
peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga
merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan
lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam
berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja,
jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang
diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau
hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut
sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara
langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi
yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut
akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
Desain dan Struktur Organisasi
Desain dan Struktur
Organisasi
NAMA : Zakharia Titus
NPM : 19113658
KELAS : 2KA35
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan. Ini artinya:
Mengorganisasi tugas dalam cara-cara yang paling efisien dan efektif agar tidak ada duplikasi pekerjaan.
Mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan
Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab.Namun struktur dan desain organisasi tidak sekadar suatu sarana (means) untuk menjamin agar berbagai aktivitas dikelola dalam cara yang paling efisien. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas.
Kepemimpinan
Kepemimpinan
NAMA : Zakharia Titus
NPM : 19113658
KELAS : 2KA35
Teori Kepemimpinan
1. Teori Genetie: bahwa
penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah
dilahirkan dengan bakat pemimpin.
2. Teori Sosial: Jika
teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, maka
penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made
and not born”. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa etiap
orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan
kesempatan untuk itu.
3. Teori
Ekologis: Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan
teori sosial. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya
dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahir nya telah memiliki
bakat-bakat kepemimpinan, yang mana bakat tadi kemudian
dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang
memungkinkan nya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah
dimiliki.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
NAMA : Zakharia Titus
NPM : 19113658
KELAS : 2KA35
BAB l PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap tindakan manusia dalam kehidupan
sehari-hari, sesungguhnya didasari oleh keputusan yang diambil. Mulai dari
aktivitas individual hingga aktivitas dalam organisasi, semuanya didasari pada keputusan
yang diambil. Akan tetapi, karena keputusan-keputusan tersebut telah rutin
diambil, maka biasanya seseorang atau kelompok organisasi tidak lagi
berlama-lama berfikir untuk menetapkan keputusan tersebut. Setiap tindakan
seolah-olah dilakukan begitu saja secara alami tanpa perlu pertimbangan.
Padahal, sesunggunya tidaklah sepenuhnya seperti itu.
Langganan:
Postingan (Atom)

